Jalan Mana Yang Harus Aku Lalui !!!

Tinggalkan komentar

Ayah, engkau pernah berkata padaku bahwa engkau selalu menjalani kehidupan sesuai dengan apa yang engkau inginkan, bahkan disaat kakek dan nenek melarangmu, tetapi engkau tetap melakukan hal tersebut. Tetapi kenapa disaat aku melakukan itu, engkau malah menganggap diriku ini durhaka kepadamu ? apakah yang aku lakukan ini salah ?

Ayah, disaat egomu sudah meledak, aku tahu emosimu pasti tidak akan tertahankan. Bahkan tubuhmu sendiripun tak dapat engkau kendalikan.

Ayah, disaat air mataku ini bercucuran, pernahkah engkau memikirkan bahwa aku hanya butuh simpati darimu.

Lagi

Pengagum Hitam

Tinggalkan komentar

Disaat jemari kaki kanan ini bergerak ke depan,

Kaki kiripun mengikuti alurnya,

Gerakan kaki yang menghentak taman,

Membangun sebuah simbol di atasnya.

 

Titik hitam yang ku tuliskan,

Membuat sebuah kata-kata yang berarti,

Titik hitam yang ku lukiskan,

Mengambarkan sebuah karakter isi hati.

 

Embun yang mendatangi pagi hari,

Membasahi pipi dan tubuh ini,

Tetesan yang mengalir sunyi,

Mampu menyejukan hati yang sepi.

 

Bukan kekayaan yang ku cari,

Bukan fisik yang ku lihat,

Bukan Kehormatan yang pilih,

Tapi ketulusanlah yang mau ku dapat.

 

Hanya rintihan senyuman manis yang bisa ku beri,

Hanya kata cinta yang mampu ku nyanyikan,

hanya 1 kalimat yang bisa aku ucapkan,

AKU HANYALAH PENGAGUM HITAM MU.

Syair Hati

Tinggalkan komentar

Terbayang kembali akan sebuah nada indah,

Nada-nada yang nan merdu di dengar telinga,

Meskipun hanya 1 kata yang engkau ucapkan,

Tapi bagaikan 1000 kalimat yang kuresapkan.

 

Suara yang lembut mengalir di bibirmu,

Bak sebuah instrumen nada cinta,

Alunan nafas saat kau berbicara,

Bagaikan syair lagu melankolis.

 

Dengan suara hati yang selalu memanggil namamu,

Aku selalu merasa engkau berada di dekatku,

Aku selalu merasa engkau ada disini menemani hari-hari yang sepi ini.

 

Tapi engkau telah memilih dia untuk mengisi hatimu,

Dan engkau juga memilih dia untuk selalu bersamamu.

 

Bila waktuku datang dan menjemputku,

Semuapun akan berakhir,

Air mata inipun tidak akan bisa mengembalikan semua,

Semua kasih sayangmu selama inilah yang akan menemani kehidupanku di alam sana.

 

Your Everything For My Heart

Your Smile Is a Diamond

Your Love Is Heaven

Elemen Sang Ibu

Tinggalkan komentar

Air yang mengalir dengan begitu derasnya,

mampu menghancurkan gedung yang menjolak tinggi.

Angin yang bertiup dengan kencangnya,

mampu menerbangkan apapun yang melintas di hadapannya.

Api yang membara,

mampu membakar apapun yang di laluinya.

Tanah yang bergejolak kuat,

mampu merobohkan gunung yang begitu kokoh.

Hati yang keras,

mampu meleleh dengan satu ketulusan.

 

Amarah yang meluap di dalam raga,

mampu mencair hanya dengan senyuman manis.

Kaki yang kaku,

mampu berjalan kembali hanya dengan satu usapan halu darimu.

Mata yang terpejam,

mampu melihat kembali lagi hanya dengan tetesan air matamu.

 

Ibu, kasih sayangmu tak mampu kubalas.

Ketulusanmu tak mampu ku bayar.

Kejujuranmu tak mampu ku ungkapkan.

Kebaikanmu pun tak mampu ku gantikan.

 

Semoga engkau bahagia Ibu,

walaupun air mataku ini terus mengalir demi sebuah do’a kepada sang ilahi.

Terima kasih atas semua yang engkau beri,

terima kasih untuk segalanya.

Kepergianmu

Tinggalkan komentar

Matahari menjurang diatas bumi,

Memberikan pancaran yang sangat panas,

Seakan membakar seluruh tubuh ini,

Hingga tubuh tidak mampu bergerak.

 

Pancaran bulan dimalam hari,

Membuat mata ingin selalu melihat keindahannya,

Bentuknya yang selalu berubah setiap saat,

Menjadikannya menarik untuk dipandang.

 

Bulan yang sempurna dimalam ini,

Menjadi saksi akan apa yang terjadi padaku,

Sedih, resah, marah dan bahagia menjadi satu,

Seperti sebuah program yang berjalan secara otomatis.

 

Alunan lagu melankolis yang merdu,

Ditambah dengan syair yang indah,

Seakan-akan merasuk kedalam hati,

Menjadi tetesan air mata yang mengalir dari mata dan meresap kedalam jiwa.

 

Engkau pergi tanpa alasan yang pasti,

Disaat dirimu hadir didalam pikiran ini.

 

Angin bawalah pergi kegalauanku ini,

Air padamkanlah api yang membara didalam hati,

Karena aku tak sanggup menjalani hari,

Bila kobaran ini terus ada didalam diri.

Cinta Yang Tertinggal

Tinggalkan komentar

Tetesan tinta diatas kertas,

Melukiskan kata-kata dalam penak ini,

Lewat seutai pena dan buku,

Ku curahkan semua isi hatiku disana.

 

Setiap bait yang kutuliskan,

Tak luput dari kata cinta,

Layaknya sebuah tongkat sihir,

Pena itupun mengikuti alur jemari jari-jari ini.

 

Ku sadar tak layak untuk memilikimu,

Ku tak heran bila engkau mencampakanku,

Birunya langit berubah menjadi mendung,

Terangnya siang tergelapkan oleh rembulan malam,

Seakan menerbitkan kegalauan diri ini.

 

Cinta yang tertinggal dilubuk hati,

Menjadi kenangan indah di otak ku,

Meski hanya sesaat ku jalani hari denganmu,

Namun itu menjadi sebuah anugerah terhebat di dalam hidupku.

 

Engkau telah pergi jauh meninggalkanku,

Dengan orang yang mampu membahagiakanmu,

Disini aku hanya bisa berharap dan berdo’a,

Semoga tuhan mempertemukan kita di akhirat kelak.

Amien…

Older Entries