1. Awal PeDeKaTe Dengan Kamera Lubang Jarum

Kamera Lubang Jarum (KLJ) mungkin terdengar aneh dan timbul pertanyaan-pertanyaan aneh dipenak kalian semua saat mendengar kalimat ini.Dan pertanyaan yang ada dalam pikiran kalian pasti berinisial A, B, C, D sampai Z, bahkan juga bisa jadi menggunakan angka.

Yap, begitupun kami yang bergabung dikomunitas kamera lubang jarum ini, awalnya kami binggung, ragu, bahkan bercampur aduk (seperti es teler) dengan rasa penasaran yang begitu amat besarnya.Selain itu juga, ada 2 pertanyaan yang mendasari kami disaat awal berjumpa dan berkenalan dengan KLJ.

Apakah ada kamera yang memiliki lubang ?

Apa yang dimaksud dengan lubang jarum ?

Dua pertanyaan itulah yang membakar rasa penasaran dan juga semangat pada diri kami untuk lebih mengetahui apa itu Kamera Lubang Jarum yang sebenarnya. Untuk itu, sebelum kami melanjutkan apa itu Kamera Lubang Jarum, alangkah baiknya bila kami menjelaskan dulu sejarah kamera lubang jarum itu sendiri. Sebelum kami menjelaskannya, persiapkanlah diri anda dengan secangkir kopi dan juga cemilan, biar kalian tidak kelaparan dan kehausan saat membaca artikel ini.

 

  1. Biografi Sosok Kamera Lubang Jarum

Sebenarnya sejarah awal mula kamera lubang jarum itu sudah ada dari jamannya sekumpulan kera menumpas para dinosaurus (hahaha). Pada percaya ngak kalau sebenarnya kamera lubang jarum ada sejak jaman itu ?

Kalau anda percaya, masak mereka harus memberikan pesan-pesan kenangan lewat batu.Kenapa mereka tidak memberikan pesan melalui hasil hunting foto mereka.Terus mereka buat galeri, dan mereka melampirkan dinosaurus sebagai panitianya juga (loh!!!). Jadi apakah anda masih percaya ? (serius amat bacanya, nanti kesetanan loh)😀

Ok, langsung to the point aja ya. Sebenarnya sejarah kamera lubang jarum ini sangatlah panjang untuk diceritakan, karena titik mula bertemunya sang kamera dengan lubang jarum itu di saat ia satu sekolah, hingga akhirnya ia dipertemukan oleh kedua orang tuanya, dan akhirnya merekapun menikah dan hidup bahagia. #SadEnding

Masih pada serius amat bacanya, gini aja deh, kalau mau diceritain sejarah awalnya, itu sebenarnya panjang banget, karena sejarahnya kamera lubang jarum ini, sama saja dengan sejarah kamera-kamera pada umumnya, yang mana titik awal adanya kamera itu pasti dijaman 1800-an. Biar lebih afdol, bila kalian membaca sejarahnya dari mbah google, atau dari refrensi yang lebih tajam dan terpecaya ya, soalnya panjang banget cuy, kalau copas entar ditangkap KPK lagi guenya. Jadi lebih baik saya langsung cerita sejarah awal mulanya ada Kamera Lubang Jarum Di Indonesia Ya.

Awal mula, Kamera Lubang Jarum ini dipelopori oleh Ray Bachtiar Dradjat. Ray sendiri adalah seorang fotografer yang telah sukses dengan berbagai karya-karya luar biasanya didunia entertainment, eh maksudnya di dunia fotografi.

Berawal dari sukses memotret pagar depan rumahnya dengan menggunakan sebuah Kamera Lubang Jarum dengan sebuah kertas foto negatif Chen Fu (bukan nama artis cina). Akhirnya Ray menuliskan cerita pengalaman menariknya itu di salah satu media pada tahun1997.Dengan berlanjutnya waktu, akhirnya Ray beserta rekannya mengelar workshop KLJ perdana pada tahun 2001 di tempat yang sangat mewah di Indonesia, yaitu di tempat pembuangan sampah Bantas Gebang.

Berbeda dengan fotografer lainnya, Ray adalah seorang yang lebih menyukai sebuah proses, disaat itu dia mensosialisasikan “Seni Proses” ke seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Dan pada akhirnya Ray mengajak sejumlah elemen (tidak menggunakan air, api, tanah dan angina) untuk mendirikan sebuah komunitas Kamera Lubang Jarum. 17 Agustus 2002, akhirnya Ray mengumandangkan Adzan, eh maksudnya mengumandangkan proklamasi kemerdekaan Komunitas Kamera Lubang Jarum Indonesia (KLJI).

Kamera Lubang Jarum pada intinya adalah sebuah kamera manual yang didesain sedemikian rupa hingga menjadi karya yang bermacam rupa.Dan yang membuat menarik dari kamera ini sendiri yaitu, dengan Kamera Lubang Jarum kita jauh lebih dapat memaknai dan mengartikan arti fotografi yang sebenarnya.

Bayangkan saja, hanya dengan sebuah kaleng bekas, mampu menghasilkan karya yang sangat berkelas.Hanya dengan mengandalkan cahaya, mampu menunjukan isi dunia.Dan hanya dengan sebuah kreasi, mampu menaikan derajat fotografi.

Hanya 1 kalimat dari pakar di masa lalu yang selalu menjadi patokan kami dan menjadi semangat kami dalam mengkampanyekan Kamera Lubang Jarum ini, yaitu kalimat dari Leonardo Da Vinci, yang berbunyi “Siapa yang akan percaya dari sebuah lubang kecil, kita dapat melihat alam semesta”.

 

  1. Pempek Kapal Selam VS Kamera Lubang Jarum

Kalau kalian binggung apa maksud dari sub judul tersebut, saya pun sebenarnya jauh lebih binggung, bagaimana mungkin sebuah pempek kapal selam bisa mengalahkan sosok Kamera Lubang Jarum yang memiliki pertahanan yang begitu kuatnya. (akhirnya perdamaianpun terjadi)

Maksud dari judul tersebut sebenarnya adalah tentang sejarah Komunitas Kamera Lubang Jarum regional Palembang. Dimana pempek kapal selam telah menjadi simbol tersendiri bagi kota Palembang.

Komunitas Kamera Lubang Jarum regional Palembang sendiri berdiri atas tanah dan dibawah langit dunia (ya iyalah).Awal mulanya terbentuk Komunitas Kamera Lubang Jarum di Palembang itu sendiri adalah dari mahasiswa Jurnalistik IAIN Raden Fatah Palembang.

Berawal dari salah satu mata kuliah yang ada, mereka diajarkan tentang pengenalan Kamera Lubang Jarum serta metode dalam pembuatan kamera tersebut. Itulah hebatnya Kamera Lubang Jarum saat ini, diperkulihan saja sudah diajarkan tentang Kamera Lubang Jarum, masak dihati kamu tidak diajarkan cara mencintaiku. #sakitnyadisini

Setelah para mahasiswa mempelajarinya, akhirnya mereka dan segenap anggota dari Kamera Lubang Jarum Indonesia yang kebetulan saat itu menetap dikota Palembang, memutuskan untuk membentuk Komunitas Kamera Lubang Jarum dikota Pempek ini.

Pada bulan April 2012 akhirnya terbentuklah Komunitas Kamera Lubang Jarum regional Palembang, dan bulan itu pula bertepatan dengan hari jadiannya sang Kamera dengan Lubang Jarum diseluruh dunia.

Memang komunitas ini dapat dikatakan masih seumur jagung yang belum di bakar, akan tetapi kami berharap meskipun usia komunitas ini masih sangat muda, akan tetapi kami akan tetap semangat untuk terus memajukan dan membuktikan pada dunia, bahwa Kamera Lubang Jarum adalah kamera yang jauh lebih bermanfaat daripada kamera digital. Dan kami juga berjanji, akan memakmurkan rakyat Indonesia serta menghapus korupsi di Negara ini. *uda kayak kampanye presiden aja😀

 

  1. Proses Kehamilan Sang Buah Hati Kamera Lubang Jarum

Manusia saja butuh proses agar bisa lahir di dunia ini, maka dari itu Kamera Lubang Jarumpun tidak langsung jadi begitu saja, akan tetapi Kamera Lubang Jarum juga butuh proses agar bisa menjadi sosok Kamera Lubang Jarum yang seutuhnya. Akan tetapi prosesnya tidak sampai 9 bulan lebih ya.

Pertama-tama siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan, diantaranya piring, sendok, garpu, serta nasi goring yang siap saji, bila perlu tambahi telor.

Buka itu ya bahan yang sebenarnya, bahan yang dibutuhkan untuk membuat Kamera Lubang Jarum adalah :

  • Kaleng Biskuit (kalau tidak ada, pake kaleng rokok lebih enak)
  • Jarum pentul (katanya sih bagusan pake jarum jahit, tapi saya memilih jarum pentul karena ada penekannya)
  • Potongan kaleng minum ringan atau kaleng soft drink (digunakan sebagai lensa)
  • Amplas (kalau bisa yang setengah kasar dan setengah halus, asal jangan aja pake makhlus halus)
  • Lakban hitam
  • Cat semprot hitam (Disarankan hitam pekat atau dolf)
  • Gunting

Setelah semua bahan siap, yuk mulai proses pembuatannya.

  1. Siapkan kaleng biskuit yang akan dibuat menjadi kamera lubang jarum, saya tidak punya bor untuk melubanginya, jadi saya gunakan gunting besar. Menggunakan paku juga tidak apa-apa.
  2. Buatlah lobang ditengah-tengah kaleng biskuit atau kaleng apa saja yang anda gunakan. Bila anda membuat lobangnya menggunakan paku atau gunting, dianjurkan untuk mengamplas bagian dalam kaleng anda.
  3. Semprot bagian dalam kaleng dan bagian dalam tutupnya dengan cat semprot hitam. Pastikan menyemprotnya dengan merata.

4.  Siapkan potongan kaleng minuman ringan dan amplas. Gosok potongan kaleng dengan amplas sampai tipis(jangan terlalu tipis juga kali, dikira-kira aja, jangan sampai sobek).

5. Setelah tipis, mulai lubangi bagian tengah dari potongan kaleng tadi. Biarkan jarum menusuk satu tempat. Tangan yang satunya memutar potongan kaleng sampai sedikit berlubang. Kalau sudah, pastikan lubang yang dibuat tadi. Arahkan pada cahaya (kaya nerawang duit palsu). Kalau sudah terlihat setitik cahaya, maka lensa dari potongan kaleng tsb sudah siap.

6.Tempel lensa yang sudah jadi di lubang kaleng dengan lakban hitam. Pastikan tidak akan ada cahaya yang tembus.

 7. Agar lebih aman, lapisi lagi pinggiran tutup kaleng dengan lakban. Siapkan lakban, lipat kira-kira 1/3 bagian lakban. Rekatkan lakban pada sekeliling tutup kaleng.

8. Buat shutter dengan lakban. Kira-kira kaya gini deh :

8. Setelah itu tempelkan shutter dibagian depan lensa. Selesai, Kamera Lubang Jarumpun sudah siap digunakan.

            Dan artikelnya cukup sampai disini aja ya, untuk proses pengisian kertas, pencucian foto akan dijelaskan lewat seminar dan workshop Kamera Lubang Jarum di episode yang akan dating, karena kalau lewat artikel agak susah cuy, masalahnya tuh proses diruang gelap semua.

            Sekian artikel dari kami, apabila ada salah dari kata yang kami lontarkan, maka salahkanlah kata tersebut kenapa ia melontarkan salah. #Happy Ending