Ayah, engkau pernah berkata padaku bahwa engkau selalu menjalani kehidupan sesuai dengan apa yang engkau inginkan, bahkan disaat kakek dan nenek melarangmu, tetapi engkau tetap melakukan hal tersebut. Tetapi kenapa disaat aku melakukan itu, engkau malah menganggap diriku ini durhaka kepadamu ? apakah yang aku lakukan ini salah ?

Ayah, disaat egomu sudah meledak, aku tahu emosimu pasti tidak akan tertahankan. Bahkan tubuhmu sendiripun tak dapat engkau kendalikan.

Ayah, disaat air mataku ini bercucuran, pernahkah engkau memikirkan bahwa aku hanya butuh simpati darimu.

Ayah, aku sadar aku salah, tetapi aku hanya ingin mencoba hidup mandiri.

Ayah, aku dulu memang sering sekali membohongimu, aku dulu memang sering mencuri uangmu, aku dulu memang banyak sekali salah kepadamu. Tetapi aku hanya ingin berubah Ayah, aku hanya ingin belajar menjadi orang yang berguna tanpa harus menyusahkan dirimu.

Ayah, aku tak tahu harus berkata apa lagi kepadamu, karena engkau terlalu baik kepadaku.

Ayah, aku tahu dirimu pasti ingin diriku ini menjadi seseorang yang sama dengan dirimu.

Ayah, aku hanya ingin membahagiakan dirimu, aku tak ingin lagi menjadi seorang anak yang selalu merepotkan dirimu dalam urusan mencari nafkah.

Ayah, aku sadar fisikku ini telah lemah, fisikku yang saat ini sudah tidak sempurna lagi, tak dapat sepenuhnya membantu pekerjaanmu yang sangat berat untuk aku lakukan.

Maafkan atas semua kesalahanku ini kepadamu Ayah, aku tak bermaksud untuk durhaka dan jahat kepadamu, tetapi aku hanya ingin menjalani kehidupan ini tanpa membebani kehidupanmu lagi.

Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan Ibu Bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil