Assalamuallaikum.wr.wb

“Tak semua hal baik membawa kebahagiaan, tak semua hal buruk membawa kesedihan”. Kalian pasti tahu dengan pepatah yang memiliki makna begitu indah tersebut. Pepatah itu mengartikan bahwasannya kehidupan ini tak selamanya bahagia, karena dibalik suatu kebahagian pasti ada kesusahan atau kesedihan didalamnya.

Yapz, begitulah juga dengan Cinta. Disaat kita sedang bersama orang yang kita cintai, disaat itulah kita pasti akan merasakan suatu kebahagiaan. Tetapi, disaat orang yang kita cintai tersebut pergi meninggalkan kita, apakah kita akan tetap bahagia ?

Sebagian orang berasumsi bahwa Cintalah yang akan selalu mengantarkan dirinya pada suatu kebahagian. Tetapi di sisi lain ada juga sebagian orang yang beranggapan bahwa Cinta itu adalah suatu hal yang mampu membuat orang yang awalnya bahagia menjadi menderita. Kedua asumsi tersebut pada dasarnya memang benar, tetapi asumsi pertama itu jauh lebih benar dibandingkan asumsi kedua.

Sebelum saya menjelaskan kenapa asumsi pertama itu jauh lebih benar ketimbang asumsi kedua, saya ingin menjelaskan sedikit apa itu Cinta.

Di dalam kamus bahasa Indonesia Cinta itu adalah suatu perasaan yang melebihi sayang. Menurut Martin Walsh Cinta adalah menemukan sisi baik dalam diri orang lain dan kalau anda melakukannya, anda akan menemukan sisi terbaik dalam diri anda. Dan masih banyak argumen ataupun pendapat lainnya yang mengartikan tentang Cinta. Dari hal itu sebenarnya telah jelas, bahwa kata Cinta ini sampai sekarang semua orang belum tahu apa makna dan arti yang sebenarnya.

Kenapa bisa ada kata Cinta ?

Saya sendiri binggung, sejak tahun berapa sebenarnya kata Cinta ini muncul di muka bumi ini dan apa penyebab kehadiran kata itu pun saya masih meragukan, karena banyak sekali sumber yang menuliskan tentang Cinta. Tetapi dari sekian banyak sumber yang saya baca, ada 1 sumber yang menurut saya memang sangat tepat, yaitu Al-Qur’an.

Allah SWT berfirman :

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan sebagian dari dari tanda-tanda kebesaran Nya adalah Dia menciptakan pasangan–pasangan bagi kalian dari jenis kalian, agar kalian merasa tenang pada pasangan kalian dan Dia menjadikan diantara kalian rasa kasih sayang dan cinta. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda – tanda bagi orang-orang yang berfikir.” (Q.S. Ar Rumm, 30 :21)

Kalian umat muslim pasti sering membaca ayat tersebut, karena ayat ini biasanya selalu tuliskan di surat undangan pernikahan. Baik undangan yang biasa maupun surat undangan yang luar biasa sekalipun.

Ayat tersebut menjelaskan, bahwa Allah SWT telah memberikan setiap individu manusia di muka bumi ini jodohnya masing-masing dan Allah SWT juga mengatakan bahwa setiap orang itu pasti memiliki rasa kasih sayang dan cinta untuk pasangannya masing-masing.

Jadi hal diatas sebenarnya telah menjelaskan, bahwa kehadiran cinta itu sebenarnya berawal dari Nabi Adam dan Siti Hawa, kemudian kebahagiaan cinta itu di contohkan oleh Nabi Muhammad Saw Dan Aisyah binti Abu Bakar, kemudian kesedihan cinta itu diceritakan oleh Romeo dan Juliet. Jadi tinggal pilih saja, kalian mau mencontoh perjalanan cinta Nabi Muhammad Saw atau mau menjalankan cinta seperti Romeo dan Juliet.

Hidup ini singkat bro, jalani hidupmu selagi bisa, jangan peduli apa yang orang katakan tentangmu. Selama itu benar, maka lanjutkan perjalananmu.

Wassalamuallaikum.wr.wb