Tetesan tinta diatas kertas,

Melukiskan kata-kata dalam penak ini,

Lewat seutai pena dan buku,

Ku curahkan semua isi hatiku disana.

 

Setiap bait yang kutuliskan,

Tak luput dari kata cinta,

Layaknya sebuah tongkat sihir,

Pena itupun mengikuti alur jemari jari-jari ini.

 

Ku sadar tak layak untuk memilikimu,

Ku tak heran bila engkau mencampakanku,

Birunya langit berubah menjadi mendung,

Terangnya siang tergelapkan oleh rembulan malam,

Seakan menerbitkan kegalauan diri ini.

 

Cinta yang tertinggal dilubuk hati,

Menjadi kenangan indah di otak ku,

Meski hanya sesaat ku jalani hari denganmu,

Namun itu menjadi sebuah anugerah terhebat di dalam hidupku.

 

Engkau telah pergi jauh meninggalkanku,

Dengan orang yang mampu membahagiakanmu,

Disini aku hanya bisa berharap dan berdo’a,

Semoga tuhan mempertemukan kita di akhirat kelak.

Amien…