Disaat engkau melihatku, engkau pasti akan melihat semua khayalanmu, meskipun itu berbentuk kesalahan yang pernah aku lakukan padamu. Aku mengikarimu, mengikutimu sesuai dengan rotasi dimana matahari dan bulan terbenam ke arah barat dunia ini.

Aku akan selalu ada untuk melindungimu, dari panasnya sinar matahari. Aku akan selalu ada untukmu, walaupun malam hari datang mengelapkanmu. Setiap detik kehidupan ini, akan selalu aku lalui diatas daratan hatimu, meskipun engkau tak menganggapku ada.

Aku berpijak tanpa kaki, aku ada disinipun tanpa kemauan diriku, tapi hatiku ini seakan tak ingin berhenti mengikuti alur langkahmu. Aku tak seperti angin yang selalu berhembus tak kenal tempat dan waktu. Disaat bersamamu aku serasa tak berada di dunia ini, karena bagiku engkau bagaikan embun yang menyejukan hati ini yang mampu membuat kaki ini terasa melayang tanpa berhenti. Tapi aku dan kamu sama saja, dimana sekarang aku hanyalah khayalanmu saja, tapi aku tak tahu apakah yang aku pikirkan itu benar adanya.

Aku bukan seorang yang mampu merangkai kata-kata yang indah bagaikan kebun bunga yang mekar disiang hari, aku juga bukan seorang penyair yang mampu menyusun kata dalam alunan sebuah lagu. Ini hanyalah susunan kata yang aku rangkai dan ku buat untuk menghibut hatiku saja, dan susunan kata ini kubuat untuk mengajarkan hati ini betapa berharga perasaan yang kumiliki saat ini. Walaupun engkau didaratan dan aku dilangit, tetapi kita tetap dalam 1 rangkaian dunia ini.

 

Forgive Me, For All My Mistake.

 

21 Juni 2012

Muhammad Dhoifullah