Ketika sang surya menutup sinarnya,

Rembulan datang menerangi malam,

Disaat engkau menahan sakitnya,

Dan menahan kepedihan sepanjang malam.

 

Letih yang engkau berikan,

Bukan apa-apa bagimu,

Hanya keikhlasan dan ketulusan,

Yang menjadi semangat hari-harimu.

 

Kata-kata yang engkau lontarkan,

Seakan sebuah sabda menuju surga,

Perintah yang selalu engkau berikan,

Aku selalu mengingkarinya.

 

Hanya 1 impianmu,

Yaitu kebahagianku,

Hanya 1 cita-citamu,

Yaitu keshalehanku.

 

Begitu tulus cintamu,

Begitu besar hatimu,

Begitu banyak kesalahanku,

Begitu Pula dosaku padamu.

 

Ibu!!!

Engkau selalu menimangku,

Selalu memberikan semua kasihmu,

Dan mengajarkan aku sesuatu,

Bahwa engkau sangat berarti dalam hidupku.

Rumah dan mobil mewah yang ku miliki,

Tidak mampu membalas semua salahku,

Kata maaf dan air mata tulus yang ku beri,

Seakan menghapus semua salahku padamu.

 

Ibu!!!

Semua jejak kakimu selama ini,

Tidak akan pernah terhapuskan,

Karena jalan yang engkau lalui,

Adalah surga yang engkau berikan.

 

Ibu!!!

Aku tak rela daun-daunmu berguguran,

Berguguran dari dahan,

Aku tak rela sayangmu berjatuhan,

Berjatuhan keneraka sang tuhan.

 

Ibu!!!

Hidup ini hanya 1 kali,

Matipun hanya 1 kali,

Begitupun cinta ini,

Yang akan selalu ada sampai akhirat nanti.