Assalamuallaikum.wr.wb

Ketika meratapi gelapnya langit disiang hari, mengingatkan akan kesalahan dan kesedihan atas apa yang telah dilalui dihari kemarin. Ketika melihat cerahnya langit sesaat setelah hujan berhenti, apalagi dengan hiasan warna-warninya pelangi yang menambah keindahan birunya atap alam semesta, mengingatkan kejadian indah dan tidak akan pernah terlupakan di dalam kehidupan kita (sok puitis amat ya).

Begitulah yang di alami oleh Anto, terkadang hatinya terasa dikebun bunga apabila sedang jatuh cinta pada seorang wanita dan melaluinya dengan sangat indah, akan tetapi seperti halnya ‘bila ada putih maka ada hitam’, maka dimana ada kisah indah pasti akan ada kisah buruk. Anto menjalani kisahnya cintanya dengan sangat sulit, sehingga membuatnya selalu ragu dengan apa yang ada dihatinya. Anto adalah seseorang yang membinggungkan, disaat bersama teman-temannya, si Anto adalah orang yang cerewet saat dia sedang bersama teman-teman sekelasnya maupun teman-teman akrabnya, akan tetapi dia tidak secerewet orang-orang yang cerewet. Anto lebih senang diam apabila dia sedang memikirkan sesuatu dan apabila dia sedang tidak enak badan atau sakit, maka Anto pasti tidak banyak omong. Tetapi itu hanya berlangsung saat dia sedang bersama teman-temannya saja, apabila sedang dirumah Anto adalah anak yang tidak terlalu cerewet atau bisa dibilang seorang anak yang biasa-biasa saja.

Tapi tidak saat dia sedang bertemu dengan seseorang yang disukainya. Iya, Citra adalah seorang wanita yang disukai oleh anto, apabila Anto bertemu dengan Citra secara langsung, sifat Anto pun berubah drastis seolah ulat yang langsung berubah menjadi seekor kupu-kupu. Anto yang awalnya cerewet ketika bersama teman-temannya langsung diam terpaku saat melihat Citra, ‘Cinta mampu merubah segalanya’ istilah ini sepertinya tepat sekali dengan apa yang dialami Anto.

Awal kisah kasih di sekolah, eh maksudnya kisah kasih si Anto di mulai dari salah satu kantin yang ada di kampus sih Anto. Ketika itu si Anto tidak kenal dengan Citra, akan tetapi karena dia penasaran dengan wanita yang apabila kemana-mana pasti selalu dengan temannya ini, maka Anto pun bertanya dengan Budi (teman sekelasnya).

Anto    : Di, kamu kenal tidak dengan cewek itu ?

Budi    : Kenal, kenapa emangnya to ?

Anto    : Siapa namanya di ? anak fakultas mana ?

Budi    : Namanya Citra, dia anak fakultas kedokteran. Kenapa emangnya to ?

Anto    : Gak kenapa-kenapa kok ^_^

Budi    : Yakin ?

Anto    : Sedikit sih, eh ada nomor hpnya gak ?

Budi    : Ada, nih nomornya 0852xxxxxxxx

Anto    : Makasi ya di 🙂 

Budi    : Sama-sama 🙂 

Setelah mendapatkan nomor hpnya Citra, Anto pun langsung sms sih Citra. Citra pun membalas sms Anto yang berisi ‘maaf ini siapa ya’, dengan seketika setelah membalas sms itu Antopun langsung membalasnya ‘saya anto temannya budi, bla..bla…bla…’ dan merekapun berlanjut sms’an.

3 hari berlalu, saat itu kebetulan Anto dan Budi baru keluar dari kelasnya, seketika itu pula Anto dan Budi pun bertemu dengan Citra, akan tetapi saat itu Citra belum tahu dengan Anto. Pada saat itu Budi teriak, ‘Citra ada salam dari Anto’, saat itu pula Anto terkejut dengan teriakan si Budi, akan tetapi sih Citra hanya membalas teriakan sih Budi tersebut dengan senyuman manisnya. Sesaat itu Anto langsung mengambil hp yang berada di saku celananya dan langsung sms Citra, ‘maafin budi tadi ya cit, budi memang iseng orangnya J’ dan Citrapun membalas, ‘oh jadi itu toh kamu J’. Sesaat Citra telah mengetahui siapa Anto, disaat itulah hubungan mereka mulai berjalan dengan sangat baik. Karena Anto adalah orang yang pemalu apabila mengobrol dengan orang yang dia sukai, maka hanya di malam hari Anto dapat mengobrol dengan Citra, itupun hanya melalui via telpon.

1 bulan pun berlalu, hubungan Anto dan Citrapun semakin akrab, pada hari jum’at dan pada hari itu kebetulan adalah bulan muda, sepulang kuliah Citra pun pergi ke mall untuk membeli titipan dari Ibunya (belanja bulanan gitu). Sesaat sebelum shalat jum’at tiba Anto pun sms Citra.

Anto    : citra, lagi dimana ?

Citra    : lagi dimall nih, kenapa ?

Anto    : oh, boleh nyusul kesana gak ?

Citra    : ehmm, boleh-boleh saja, tapikan bentar lagi mau jum’atan.

Anto    : iya nanti habis jum’atan saya langsung kesana ya, tapi kalau tidak dibolehin sih gak kenapa-kenapa🙂

Citra    : boleh kok, ya uda kamu nya jum’atan dulu sana 🙂 

Anto    : ok deh ^_^

Seusai shalat jum’at, Anto pun dengan semangatnya yang bergebuh-gebuh langsung pergi menuju mall. Setibanya di mall, Anto pun langsung bertemu dengan Citra dan mereka berjalan seolahnya seorang teman. 2 jam pun berlalu dan hari telah sore, maka Citra dan Anto pun langsung menuju keluar mall dan pulang kerumah mereka masing-masing. Pada malam harinya Anto dengan perasaan gembiranya langsung menelpon Citra. Diselang-selang obrolan asik mereka di malam itu, Anto pun menyepatkan untuk mengatakan perasaannya terhadap Citra.

Anto    : cit, aku boleh mengatakan sesuatu gak ?

Citra    : boleh, apa to ?

(dengan perasaan deg-deg’an Anto pun mencoba untuk mengatakan perasaannya itu)

Anto    : aku cinta padamu cit, maukah kamu jadi pacarku ?

Citra    : ehmm. Maaf ya to, saya belum mau pacaran dulu 🙂 , sekali lagi maaf ya to.

(dengan sedikit rasa menyesal, Anto pun mencoba menjawab nya)

Anto    : oh ya uda, gak apa-apa kok 🙂 

2 bulan berlalu, di hari sabtu Anto berniat ingin kerumah Citra untuk memberikannya sesuatu yang menurut Anto sangat berharga. Setiba di rumah Citra, Anto pun langsung memberikan barang yang menurutnya sangat berharga tersebut dan Citra pun menerimanya dengan senyuman. Sebelum pulang Anto pun mengajak Citra mengobrol sejenak, 15 menit berlalu dan hari telah menujukan jam 5 sore, maka Anto pun izin pamit dengan Citra.

Keesokan harinya Anto yang merasakan boring saat berada dirumah, dia pun berniat ingin kerumah Citra, akan tetapi saat itu Citra tidak mengizinkan nya, karena Citra tidak takut kedua orang tua nya marah apabila ada tamu cowok kerumahnya. Akan tetapi dengan tekat yang kuat dan di tambah rasa kangen yang besar, maka Anto pun yang awalnya berniat ingin mampir kerumah nya tiba-tiba mendadak terhentikan setelah melalui rumah Citra, karena dibalik rasa kangen ingin bertemu Citra, ada rasa takut apabila Citra di marahi kedua orang tuanya. Tapi dengan tekatnya yang besar, dia pun mencoba untuk mampir, tapi sebuah itu usai karena Citra langsung mengirimkan sms kepadanya, ‘kan sudah aku bilang, jangan mampir, sudah pulang aja sana’ dan dengan sedikit rasa takut Anto pun langsung pulang.

Tetapi kejadian tersebut ternyata merubah segalanya, dimana awalnya Citra dan Anto sangat dekat, mendadak tiba-tiba sifat Citra berubah terhadap Anto. Saat ketemu Anto, Citra seolah-olah cuek dengan dia dan itu pun berlangsung di hari selanjutnya, padahal Anto telah mengatakan maaf padanya.

Setelah kejadian itu, Anto seakan kehilangan semangatnya dan pada saat itu pula Anto dan Citra tidak pernah lagi mengobrol dengan Citra, bahkan sms Anto pun tidak pernah di balas sama sekali oleh Citra, akan tetapi selama 4 bulan berlalu perasaan cinta Anto terhadap Citra belum hilang. Bahkan bisa di bilang makin lama malah makin Cinta, seperti lagunya Nano yang berjudul ‘Sampai Ku Mati’.

Cerita di atas mengajarkan penulis tentang 1 hal, Cinta itu suatu sifat yang sangat-sangat sulit untuk di lupakan dan tidak ada yang nama nya Cinta yang bersifat kontemporer atau hanya semasa saja. Ingatlah ‘Cinta Itu Abadi’, jadi kejarlah orang yang kamu Cintai sampai ke surga (ce ilehh, gaya gue).

Mungkin hanya itu saja cerita singkat dari saya, meskipun sedikit tidak nyambung, tetapi saya berharap semoga cerita singkat dari saya tersebut dapat memberikan motivasi kepada anda sebuah, bahwasannya ‘Hidup ini hanya 1 kali dan Cinta pun hanya di miliki 1 kali’.

 

Nb : Saya sangat berterima kasih kepada ‘MY’ yang selalu memberikan saya inspirasi dan memberikan saya motivasi tersendiri, meskipun kamu tidak pernah mengetahui itu semua.

Wassalamuallaikum.wr.wb