Assalamuallaikum.wr.wb

Sebelumnya saya berterima kasih kepada anda yang bekenan untuk membaca catatanku ini, apabila terdapat salah-salah kata di dalam catatan ini saya meminta maaf yang begitu besar kepada anda semuanya dan kepada ALLAH Swt saya memohon ampun.

Menurut Dian Widianti dalam bukunya ‘Ensiklopedi Cinta‘ mengatakan :

“Orang bijak mengatakan langit adalah laki-laki dan bumi itu adalah perempuan. Bumi menumpukan apa yang telah dijatuhkan oleh langit. Apabila bumi kekurangan panas, langit mengirimkannya, apabila ia kehilangan embun dan kesegaran, langit memperbaruhinya. Langit berkeliling, laksana seorang suami yang mencari nafkah demi istrinya. Sedangkan bumi sibuk mengurus rumah tangganya, ia merawat yang lahir dan menyusul apa yang telah ia lahirkan.”

Dari pernyataan tersebut dapat diambul kesimpulan, bahwa antara laki-laki dan perempuan itu adalah hal yang tidak bisa dilepaskan 1 dengan yang lainnya. Para pria sibuk dengan urusan untuk mencari nafkah, sedangkan perempuan sibuk dengan urusannya dalam mengurus rumah tangga, baik itu mengurus anak, rumah, dllnya.

Tetapi ada beberapa orang yang menangapi pekerjaan yang dilakukannya itu adalah hal yang sangat berat (biasanya ini sering dilakukan oleh kaum laki-laki). Padahal pada hakikatnya baik dia seorang suami ataupun seorang istri haruslah melengkapi kekurangan masing-masing. Bila seorang suami atau kaum laki-laki sedang sibuk pada pekerjaaannya mencari nafkah, harusnya para istri atau kaum perempuan memahami dan dapat pula merasakan hal tersebut, begitupun dengan seorang suami atau kaum laki-laki. Apabila seorang istri atau kaum perempuan sedang sibuk dengan urusannya dalam mengurus rumah tangga, seharusnya seorang suami dapatlah mengetahui dan memahami akan pekerjaan yang dilakukannya tersebut.

Dalam Islam, ada 3 hal yang menyebabkan timbulnya perasaan terhadap lawan jenisnya dan dengan 3 hal ini jugalah yang menyebabkan perasaan tersebut menjadi kuat dan mengakar. Yaitu :

1. Sifat yang ada pada seseorang yang membuat ia di cintai kekasihnya/pasangannya;
2. Perhatian terhadap sifat-sifat yang di miliki seseorang;
3. Keserasian antara orang yang mencintai dan orang yang kita cintai.

“(Dian Widianti)”

Di dalam Islampun telah di tekan-kan bahwasannya kita hidup di dunia ini haruslah di selangi yang namanya CINTA, seperti yang telah di katakan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Cintailah Allah sebab segala limpahan karunia dan nikmat-Nya; cintailah diriku karena kecintaanmu kepada Allah; cintailah keluargaku karena kecintaanmu kepadaku.” (HR Tirmidzi)

Dalam hadist tersebut dapat beberapa inti, bahwasannya cinta tersebut seharusnya hanyalah kepada Allah Swt, Nabi Muhammad Saw dan Keluargamu. Pasti anda bertanya, terus bagaimana dengan perasaan cinta terhadap pasangan atau lawan jenis kita.

Cinta itu berbentuk kotak yang memiliki 4 sisi di sekelilingnya.

Sisi 1 : Cinta terhadap Allah Swt;

Sisi 2 : Cinta terhadap Nabi Muhammad Saw;

Sisi 3 : Cinta terhadap Kedua Orang Tua;

Sisi 4 : Cinta terhadap Pasangan Hidup Kita (Suami/Istri).

“(Muhammad Dhoifullah)”

Persepsi di atas telah menjelaskan bahwa Cinta itu seharusnya hanyalah untuk ke 4 sisi tersebut dan penulispun selalu menekankan kepada setiap orang yang selalu bertanya-tanya apa cinta itu sebenarnya. Cinta itu adalah hal yang eksplisit, setiap orang pada hakikatnya telah mengetahui apa itu arti cinta yang sesungguhnya, akan tetapi mereka tidak menyadari itu semua.

Bagaimana anda menanggapi dengan hal negatif dari cinta ?

Segala sesuatu yang ada di dunia ini pastilah memiliki 2 sisi, ada hitam maka adapula putih, ada yang baik maka ada yang buruk, ada positif maka ada negatif. Itu semua tergantung dari sisi mana kita memandang hal tersebut sehingga kita dapat mengatakan hal tersebut tergolong kriteria negatif maupun positif.

Orang-orang yang telah mempelajari tentang cinta lebih dalam, maka mereka pasti akan mengatakan bahwasannya cinta tersebut adalah hal yang positif, akan tetapi tidak bagi orang-orang yang hanya merasakannya saja tanpa mempelajari apa itu cinta sebenarnya. Seorang anak yang mendapatkan kado dari seseorang yang tidak di kenalnya pasti akan berpikiran bahwa memberi sesuatu kepada orang lain tersebut adalah hal yang baik, padahal anak tersebut tidak mengetahui apa yang ada di balik maksud pemberian kado tersebut. Begitupun dengan orang-orang yang menanggapi cinta adalah hal yang negatif, mereka hanya mampu mengatakan saja bahwa cinta tersebut adalah hal yang negatif, tapi pada saat dia mendapatkan apa yang di inginkannya dari cinta tersebut, maka dia akan mengubah pemikirannya tentang cinta tersebut.

Janganlah membenci cinta. Wajahmu akan layu tanpa cinta, dan hatimu kelam penuh kebencian.

Jangan Umumkan Bahwa Engkau Membenci Cinta, Karena Itu Seperti Engkau Mematikan Ketertarikan Orang Yang Lebih Baik Kepadamu, Dan Seperti Mematikan Kemungkinanmu Untuk Berjodoh.

“(Mario Teguh)”

Jadi jangan pernah anda mengatakan “Benci” terhadap cinta, sesungguhnya dan pada dasarnya cinta adalah sesuatu yang harus bahkan sesuatu yang memang telah ada pada setiap individu itu sendiri.

Sekianlah artikel penulis pada kali ini, semoga bermanfaat untuk anda semua.

Wassalamuallaikum.wr.wb