Assalamuallaikum.wr.wb

Sebelumnya saya berterima kasih kepada anda yang bekenan untuk membaca catatanku ini, apabila terdapat salah-salah kata di dalam catatan ini saya meminta maaf yang begitu besar kepada anda semuanya dan kepada ALLAH Swt saya memohon ampun.

Bumi ini penuh dikelilingi yang namanya lautan, bahkan menurut analisis beberapa ahli bahwasannya luas lautan meliputi 2/3 dari luas bumi ini, sedangkan daratan hanya memiliki 1/3 dari luas bumi itu tersendiri. Begitupun kehidupan didunia ini yang sangat luas sekali, akan tetapi seluas-luasnya kehidupan yang ada itu pasti terbagi pula, seperti halnya lautan tadi. 2/3 kehidupan kita dunia ini, seharusnya lebih terpacu untuk menuju kehidupan kita diakhirat kelak dan 1/3 dari kehidupan kita lah yang seharusnya lebih berpacu untuk kesuksesan didunia ini. Akan tetapi tidak pada kehidupan sekarang ini, dimana manusia lebih fokus untuk menuju kesuksesan didunia saja, tanpa mereka sadari bahwasannya kehidupan diakhirat itu jauh lebih berharga.

“Tidak ada manusia yang sempurna dalam hidup ini”, kata-kata ini pasti sering sekali kita dengar disekeliling kita, bahkan kita sendiripun suka menyebutkan hal ini. Itu benar sekali, tiada manusia didunia yang sempurna, mereka semua pasti memiliki kekurangan, baik itu kekurangan pada fisik mereka, kesehatan mereka, pemikiran mereka, dllnya. Yang sempurna itu hanyalah ALLAH Swt, kita sebagai manusia ini hanyalah sebagai hambanya saja atau bisa dibilang kita ini adalah seseorang yang ingin mencari jalan kebenaran.

Kita hidup didunia ini jangan bagaikan daun pada sebuah pohon, apabila pohon tersebut sudah tua, maka kita akan jatuh ketanah dan menyisahkan kekeringan yang tidak ada artinya. Tapi kita hidup didunia ini haruslah bagaikan sehelai kain putih, yang kapan saja dan dimana saja kita pasti dibutuhkan oleh orang lain, bahkan orang yang telah matipun membutuhkan kita untuk menutupi jasadnya. Seperti firman ALLAH Swt dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 30, yang berisi

Artinya: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS Al Baqarah : 30)

Diayat itu dijelaskan, bahwasannya kita sebagai manusia seharusnya menjadi seorang khalifah di bumi ini. Khalifah ialah manusia diciptakan untuk menjadi penguasa yang mengatur apa-apa yang ada di bumi, seperti tumbuhannya, hewannya, hutannya, airnya, sungainya, gunungnya, lautnya, perikanannya dan seyogyanya manusia harus mampu memanfaatkan segala apa yang ada di bumi untuk kemaslahatannya. (Joko Siswanto)

Teruslah untuk mengejar keridho’an ALLAH Swt, tiada kata telat dalam bertobat, ingatlah ALLAH Swt lebih senang dengan orang-orang yang ingin bertobat dan bernar-benar bertobat kepadanya daripada orang-orang yang hanya diam tanpa melakukan apa-apa.

Wassalamuallaikum.wr.wb