VIVAnews – Hasil pencarian mesin pencari yang diracuni dengan link menuju software antivirus palsu telah menjadi sebuah masalah yang tidak pernah usai bagi para pengguna internet.

Bagaimanapun, hal tersebut merupakan cara efektif bagi penjahat cyber untuk menginfeksi mesin pengguna.

Google baru-baru ini mempresentasikan hasil penelitian mengenai website-website yang menawarkan software antivirus palsu dan sebagian dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa hasil pencarian mesin pencari bisa mengarahkan ke halaman-halaman itu.

Menurut laporan seputar software keamanan palsu yang disusun Symantec, biang kerok dari “racun” hasil pencarian mesin pencari ini adalah jenis pelaku kejahatan scam yang menggunakan teknik jenis black hat search engine optimization (SEO).

Teknik itu digunakan untuk meracuni hasil mesin pencari dan menaikkan peringkat website scam mereka dalam indeks mesin pencari.

“Dari hasil penelitian, terlihat bahwa hacker mempunyai maksud tersendiri dalam memastikan bahwa serangan mereka efektif untuk meracuni hasil pencarian Google,” sebut juru bicara Symantec, pada keterangannya, Selasa 18 Mei 2010.

“Kemungkinan besar, tingginya minat hacker disebabkan karena pangsa pasarnya yang besar – jangkauan dan kecepatan indeks Google juga berperan di dalamnya,” ucapnya.

Seperti diketahui, software keamanan palsu adalah sebuah aplikasi menyesatkan yang menyamar sebagai software keamanan asli/sah, namun memberikan nilai yang sangat sedikit atau tidak ada sama sekali.

Pada kasus-kasus tertentu, software tersebut justru memfasilitasi proses penginstalan program jahat yang diklaim merupakan program yang dihalau untuk tidak terinstal pada PC. (art)

• VIVAnews