NEW YORK – China dinilai terus memancing terjadinya perang cyber, terutama dengan negara-negara barat seperti Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa. Sepanjang tahun 2009 tingkat serangan terus mengalami peningkatan bahkan mencapai 1,6 miliar serangan per bulan ke sistem-sistem sentral milik AS.

Uni Eropa dan NATO mengingatkan agar setiap negara anggotanya memperkuat keamanan sistem jaringannya, terutama memperketat keamanan untuk data-data intelijen.

Seorang sumber Times dari NATO, Rabu (10/3/2010), mengatakan China telah menjadi negara paling aktif untuk urusan serangan cyber, terutama sejak 12 bulan terakhir.

“Kami secara reguler telah mengingatkan sejumlah negara untuk memperkuat keamanan internalnya,” kata sumber tersebut.

Sasaran utama para penyerang dari China adalah sistem jaringan institusi pemerintahan dan Militer AS. China dinilai punya kepentingan untuk menyerang AS terutama untuk mengumpulkan data-data rahasia intelijen. Inggris sendiri telah membentuk pasukan khusus untuk menghalau setiap serangan di dunia maya, kemungkinan tim tersebut akan beroperasi mulai Maret 2010.

Inggris sengaja membentuk tim khusus, mengingat kedua negara tersebut sering berbagi informasi intelijen sehingga kemungkinan menjadi target serangan. Jonathan Evans, Director-General of MI5 mengatakan, sejumlah negara pernah mendapatkan serangan pada tahun 2007. Namun ia tak menyebutkan secara rinci negaa mana saja yang mendapatkan serangan. Tapi disinyalir serangan tersebut berasal dari China. (srn)
Sumber:okezone